Jagung Andalan Karangnunggal 38 Ha Lahan Siap Panen

Karangnunggal- Kecamatan Karangnunggal saat ini tengah bersiap-siap menjadi daerah dengan komoditas andalan jagung. Buktinya, sekitar 38 Ha lahannya, saat ini dalam kondisi siap panen. Masing-masing tersebar di sekitar 6 desa, meliputi Desa Ciawi, Pasir Kujang, Sarimukti, Cidadap, Cikupa, dan desa Karangnunggal.

“Kami tertarik mengembangkan jagung karena permintaannya yang cukup tinggi. Kebetulan kami juga punya program ini,”ujar Sutarjo, kepala BPP Karangnunggal saat meninjau lokasi kebun jagung di desa Ciawi, kemarin.

Dia menerangkan, jagung terutama dibutuhkan sebagai pasokan pakan untuk ayam petelur. Di wialayah kecamatan Karangnunggal sendiri katanya, saat ini ada sekitar 20.000 ekor ayam petelur yang sangat tergantung dengan jagung.

“Bayangkan, kalau setiap ekornya saja, tiap hari butuh sekitar 0,5 kg jagung. Berarti setiap hari butuh sekitar 10 ton pasokan jagung. Kita masih kekurangan,”katanya.

Untuk mencukupi pasokan jagung katanya, para peternak hingga kini masih sangat tergantung pasokan dari daerah Jawa. Soalnya, hasil panen dari areal perkebunan saat ini hanya mampu mengasilkan beberapa ton saja untuk tiap luas areal satu hektar. Itupun hanya dipanen untuk setiap tiga bulan satu kali.

“Kebutuhan kita masih sangat besar. Jadi peluang agribisnis jagung masih sangat terbuka sangat lebar,”timpal H. Karyo diamini H Iwan, masing-masing ketua Kelompok Tani Desa Ciawi dan Ketua Gapoktan Karangnunggal.

Karyo menerangkan, harga jagung di pasaran saat ini cukup tinggi. Tiap kilogram kering di pasaran dijual seharga Rp 2.400. Sementara, petani jagung hingga kini masih jarang.

“Untuk menumbuhkan minat kita bina melalui kelonmpok tani. Terutama biar cara penanaman, pemupukan, dan pemasarannya agar terbantu,”katanya.(uym)

Foto: Lahan jagung di desa caiwi ada sekitar 12 ha

Tentang karangnunggalonline

jurnalis sosialis religius
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s