Goa Kafir Vs Goa Safarwadi, Symbol Perseteruan Abadi

Di Pamijahan, selama ini dikenal 2 buah goa yang kerap dikunjungi. Yakni, Goa Safarwadi dan Goa Kafir. Nama keduanya pun diberikan langsung oleh Kanjeng Syech Abdul Muhyi, sebagai symbol perseteruan abadi antara manusia Beriman dengan Iblis.

Menurut KH Endang Ajidin, Kasepuhan Pamijahan, Goa Kafir sebetulnya sudah sejak lama dikenal masyarakat. Namun, hanya sedikit orang yang pernah melihat langsung lokasi tersebut. Kemunginan besar, hal itu akibat larangan langsung yang disampaikan Kanjeng Syech Abdul Muhyi kepada seluruh pengikut dan keturunannya agar jangan pernah mendekati lokasi tersebut.

“Sebenarnya, Goa Safarwadi dan Goa Kafir itu simbol. Bahwa dalam kehidupan ini hanya ada 2 jalan. Yakni jalan yang Haq dan jalan yang Batil, antara yang lurus dengan yang sesat. Nah kita mau pilih yang mana?”katanya saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Dia menjelaskan, penamaan Goa Kafir juga menunjukkan sesuatu yang menjijikkan untuk didekati. Artinya perilaku-perilaku kekafiran jangan sampai dilakukan oleh seorang mukmin yang benar. Herannya kata dia, masih banyak saja orang yang malah berusaha mendekatinya hanya untuk mencapai kekayaan duniawi dengan cara menjual keimanannya.

Saat ini katanya, kuncen yang menguasai goa Kafir justru orang-orang dari luar daerah. Tak jarang, pesugihan juga menjadi semacam praktek penipuan dengan iming-iming penggandaan uang dan sejenisnya. Disisi lain, ada juga segelintir orang setempat yang telah terjerumus dalam praktek tersebut.

“Kami mendukung kalau seandainya ada rencana penataan goa tersebut. Ketimbang jadi tempat pemujaan, lebih baik agar ditata, dan diterangi listrik. Kalau sudah diterangi, biasanya jin-nya juga nanti minggat dengan sendirinya,”katanya.

Di tempat terpisah, Ep (25), salah seorang perempuan warga setempat yang tak jauh dari goa kafir mengaku sering melihat orang yang datang ke lokasi tersebut untuk melakukan pesugihan. Dia mengaku, kakaknya sendiri sebagai salah seorang kuncennya.

“Barusan saja ada orang Karangnuggal yang baru pulang dari dalam. Biasanya banyak juga orang luar seperti dari Tangerang dan Sumatera, dan luar Jawa,”katanya.

Dia juga menjelaskan, para pengunjungnya datang hampir setiap hari, nyaris tidak mengenal musim. Sehingga katanya, pada bulan apapun selalu ada saja orang yang datang, kendati tidak pernah membludak.  Bagi sebagian orang kedatangan mereka memberi keuntungan misalnya bagi para penyedia jasa pengantar, dan penjual kebutuhan pasugihan.

Foto: kh Endang Ajidin

Tentang karangnunggalonline

jurnalis sosialis religius
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Goa Kafir Vs Goa Safarwadi, Symbol Perseteruan Abadi

  1. agusrio berkata:

    daripada geger geger pansus century….lebih baik tersangkanya suruh kesitu aja minta pesugihan …………….buat nutupin uang century..yang udah dibawa kabur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s